Rasisme (masih) Mengancam Sepakbola


Yaya Toure sempat mengadukan tindak rasis fans CSKA kepada wasit - foto: telegraph.co.uk

Kejadian yang menimpa Yaya Toure saat bermain di Liga Champion melawan CSKA Moscow telah mencoreng kredibilitas sepakbola di mata dunia. Upaya yang selama ini ditempuh FIFA dan UEFA dengan berbagai cara untuk menekan bahkan menghilangkan virus kejam bernama rasisme seakan hilang bagai debu tertiup angin. Ibarat kata pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga.

Kelakuan fans CSKA benar-benar tidak mencerminkan tagline yang sering kita jumpai disetiap pertandingan disetiap stadion sepakbola diseluruh dunia, "SAY NO TO RACISM". Sepatutnya mereka dihukum seberat mungkin, fans, CSKA atau mungkin persepakbolaan Russia, jika itu memang benar adanya. FIFA dan UEFA harus cepat bertindak menangani kasus rasisme seperti ini jika tidak ingin kejadian ini terulang kembali dikemudian hari.

Keadaan di Russia memang tidak seperti di wilayah lain di Eropa, fans Russia didapati lebih rasis terhadap pemain lawan yang berkulit gelap atau berasal dari Afrika dibandingkan di liga-liga lain di Eropa seperti Liga Inggris, La Liga atau Bundesliga. Meski demikian rasisme tidak hanya terjadi di Eropa, baru-baru ini bahkan di Indonesia yang terkenal menjunjung tinggi nilai Pancasila juga didapati perlakuan tak pantas ini. Kejadian tidak mengenakkan itu menimpa salah satu penggawa Persib Bandung, Mbida Messi.

Foto pemain Belanda dan Brasil sebelum bertanding dengan banner "SAY NO TO RACISM" - foto: getty images
Saat itu Messi tak sengaja bertemu The Jak Mania (fans Persija), lalu dia diteriaki monyet dan dilempar pisang, demikian pernyataan pelatih Persib Bandung Jajang Nurdjaman kepada media. Namun sayang seribu sayang, kasus rasisme ini dianggap selesai oleh PSSI karena kurangnya bukti. PSSI bertindak keliru dalam kasus ini, menurut saya seharusnya dilakukan penelusuran lebih lanjut agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Karena rasisme tidak akan mendapat tempat di sepakbola.

Banyak perlakuan rasial oleh fans kepada pemain, mulai dari meneriaki dengan sebutan tidak pantas, bersuara layaknya binatang ke arah pemain, poster, yel-yel, bahkan lemparan pisang. Kejadian ini paling sering menimpa pemain yang berasal atau memiliki keturunan Afrika yang bermain di Eropa. Dan salah satu kejadian rasisme yang paling saya ingat adalah saat Luis Suarez melecehkan Patrice Evra dengan menyentuh kulitnya dan berkata tidak pantas kala Manchester United betamu ke markas Liverpool pada tahun 2011. Akibatnya Suarez dihukum larangan tampil selama delapan pertandingan oleh FA, dan tentu saja klub juga yang akhirnya dirugikan.

Nasib sial ini ternyata juga menimpa Kevin-Prince Boateng, pemain keturunan Ghana saat bermain untuk AC Milan. Kala itu Prince melakukan aksi walk out saat AC Milan melawan Pro Patria di laga persahabatan bulan Juni 2013 lalu. Karena alasan ini pula Prince meninggalkan Italia menuju Jerman untuk bergabung dengan Schalke 04.

Kevin-Prince Boateng mengampanyekan anti-rasisme - foto

Kejadian rasime telah terjadi sejak lama dan tidak akan berhenti begitu saja, perlakuan tidak mengenakkan dari supporter lawan atau pemain lawan kadang terjadi di dunia sepakbola, namun sudah mejadi tanggung jawab bagi seluruh aspek mulai dari federasi, konfederasi yang menaungi dan FIFA itu sendiri termasuk klub dan fans untuk menjaga olahraga paling diminati ini agar menjadi lebih bersahabat bagi seluruh umat manusia tanpa kecuali. Karena pada dasarnya sepakbola adalah bahasa universal dari sportifitas, persatuan, dan keindahan.
Salam.



Follow twitter: @canpratama

Ketika Indonesia Masih Indonesia

Pemain Timnas terlihat kecewa kalah 1-2 dari Arab Saudi (foto: viva.co.id)

Ternyata, Indonesia masihlah Indonesia yang dulu, terlepas skuad itu di isi pemain-pemain campuran IPL dan ISL maupun tambahan pemain naturalisasi. Indonesia tetaplah Indonesia yang belum bisa mengalahkan Saudi Arabia sejak bertemu tahun 1983, saat itu Indonesia bermain imbang dengan Arab Saudi, 1-1. Selanjutnya sejak saat itu, Indonesia selalu takluk atas Arab Saudi kecuali pada tahun 1997 dan 2011 yang berakhir imbang (1997: 1-1, 2011: 0-0).

Kecewa? Pasti, sangat kecewa. Karena menurut saya, seharusnya inilah momentum yang tepat bagi Timnas untuk bangkit dari keterpurukan, apalagi ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi Indonesia. Tapi ternyata masih belum bisa dimanfaatkan pemain-pemain yang terpilih.

Kan kalah terus, masih mau dukung Timnas? 
Harus dong, saya udah nge-fans Timnas sejak Tiger Cup 2004, waktu itu Boaz masih berumur 18 tahunCMIIW. Hendro Kartiko pun kalau tidak salah masih jadi kiper nomor satu di Timnas, selain itu ada pula nama Ilham Jaya Kesuma, Erol Iba, Elie Aiboy, Charis, Kurniawan "Si Kurus" Dwi Yulianto, Eduard Ivakdalam dan lain-lain. Waktu itu... Tunggu dulu, kali ini saya bukan mau bercerita tentang bagaimana saya bisa nge-fans Timnas, belum, nanti mungkin di postingan selanjutnya.

Kembali ke skuad Timnas, saya terlanjur kecewa dengan cara coach RD dan coach Jacksen memilih pemain malam hari ini. Memang, itu adalah hak pelatih untuk menentukan skuad dan duet pelatih RD-Jacksen sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, tapi ada beberapa pemain yang menurut saya belum atau sudah tidak lagi pantas berada di Timnas.

Sebutlah Ponaryo yang bisa dikatakan telah uzur untuk ukuran pemain sepakbola dia bisa digantikan oleh Lilipaly, Ian Louis Kabes menurut saya yang masih ada nama lain yang lebih pantas di posisinya, misalnya Titus "Tibo" Bonai, atau Diego Michiels yang lebih klop di posisi bek kiri ketimbang Supardi. Itu baru beberapa. Belum termasuk posisi Manu Wanggai yang sebenarnya bisa di isi oleh Ahmad Bustomi dari kick-off awal atau Abdulrahman yang lebih disiplin sebagai bek tengah dibandingkan dengan Hamka Hamzah.

Saya tidak mengerti cara coach RD dan Jacksen memilih pemain starting XI, kalau saya jadi pelatih Timnas, saya akan memilih pemain berdasarkan performanya di liga, setidaknya 5 pertandingan terakhir pemain tersebut di klub, baru setelah itu bisa dilihat apakah pantas jadi starting XI atau tidaksaya sering jadi pelatih, walaupun hanya di dalam game Football Manager, jadi sedikit banyak tahu teknik memilih pemain. Kita lihat performa Hamka Hamzah saat timnya Mitra Kukar menjamu Persipura beberapa waktu lalu, sebagai bek tengah Hamka terbilang sudah lamban, tiga kali Feri Pahabol membobol gawang Samsidar karena kelengahan Hamka, ini seharusnya jadi pertimbangan pelatih. Setidaknya masih ada Abdulrahman yang lebih disiplin saat bertahan, cocok disandingkan dengan Victor Igbonefo, atau M. Roby, kapten Persisam ini juga termasuk pemain yang disiplin menjaga area pertahanan.

Belum lagi pencoretan Stefano Lilipaly dan Diego Muhammad dari skuad, semuanya terkesan aneh dan mengada-ada. Coach RD bilang administrasi Lilipaly belum lengkap, bagaimana bisa pelatih ngurus yang beginian? Pelatih itu urusannya taktik dan melatih, kok bisa-bisanya ngurus soal administrasi. Okelah, coach RD mengaku diberi tahu oleh Yeyen Tumena bahwa administrasi Lilipaly belum lengkap, tapi siapa Yeyen Tumena? Dia cuma staff kepelatihan, bukan urusan administrasi. Aneh.

Sedangkan manajer Timnas, pak Habil Marati mengaku semua surat-surat Lilipaly sudah lengkap, tidak ada yang kurang, semua sudah diserahkan ke FIFA. Kalau pak Habil yang ngomong, wajar, dia menajer Timnas.

Sedangkan Diego tidak dipilih dengan alasan kondisinya yang belum fit sepulang dari "Liburan" tiga bulan. Ini juga terkesan sedikit aneh, mengapa Diego tidak diberi kesempatan, setidaknya sampai batas akhir penentuan skuad. Toh masih ada kesempatan. Dengan kualitas dan kecerdasannya, Diego pantas diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, tapi itu tidak diberikan oleh coach RD dan Jacksen.

Skuad impian versi saya vs KSA:
GK: Kurnia Meiga
RB: Raphael Maitimo  CB: Victor Igbonefo  CB: M. Roby  LB: Diego Michiels
CM: Stefano Lilipaly — CM: Ahmad Bustomi
AMR: Andik — SS: Boaz — AML: Titus Bonai
CF: Sergio van Dijk
Ket: GK: Goal Keeper, RB: Right Back, CB: Centre Back, LB: Left Back,       CM: Centre Midfielder, AM: Attacking Midfielder, SS: Second Striker, CF: Centre Forward

Tapi lagi-lagi, proses pemilihan pemain inti Timnas masih misteri—setidaknya bagi saya. Apakah ada unsur lain di dalamnya selain teknis? Entahlah, Wallahu'alam.

Nasi sudah jadi bubur, ayam sudah jadi opor. Walau sudah kalah dikandang, tak seharusnya kita berlarut dalam kesedihan, Bigman. Mari benahi Timnas kita, karena timnas yang bagus belum tentu semua pemainnya hanya di isi oleh pemain dari satu liga saja. Butuh korelasi dari berbagai unsur agar meraih kesuksesan, termasuk pemain, media dan pendukung.

Toh, walaupun dengan formasi impian saya diatas Timnas juga belum tentu menang, mungkin seri atau kalah juga—bisa juga menang sih. Tapi yang pasti, timnas Arab Saudi bermain luar biasa, mental mereka patut diberi credit tersendiri, mengingat mereka sempat tertinggal 1-0 apalagi bermain di GBK.

Tapi hasil 1-2 tidaklah terlalu buruk, setidaknya kita masih bisa membuat satu gol dan sempat unggul sekali.
I love you Timnas, I do!

Mari sekali lagi bersorak, IN—DO—NE—SIA!! IN—DO—NE—SIA!!



Follow twitter: @canpratama

Blanco Bukan Pesulap!

Luis Manuel Blanco (foto: republika.co.id)
Ketika Harry Houdini muncul dengan trik sulapnya melepaskan diri dari borgol di dalam air atau yang terkenal dengan nama The Chinese Water Torture Cell orang-orang pun dibuat kagum olehnya. Pun demikian dengan trik melepaskan diri dari borgol serta jaket penuh kunci, Houdini dengan sukses membuat orang-orang saat itu berdecak kagum. Bagaimana tidak, saat itu trik sulap hanya terbatas pada permainan kartu, koin dan trik sulap dasar lainnya. Namun Houdini hadir dengan membawa nafas baru dunia magic, yaitu Eskapologis.

Pada masa itu orang mungkin mengira Harry Houdini bermain dengan jin, setan, demit atau apalah sebutannya sehingga dapat lolos dari begitu banyak borgol didalam air dan keluar dengan selamat. Padahal, semua itu sudah dipersiapkan jauh hari dan dipikirkan dengan matang. Sehingga hasil yang didapat pun tak mengecewakan. Jadi, apa yang sebenarnya orang lihat saat pertunjukan hanyalah 'puncak' dari gunung es usaha keras yang dilakukan Houdini jauh hari sebelum itu. Tentu tidak ada yang benar-benar bisa lolos dari begitu banyak borgol dan dalam kondisi tenggelam, kan? Tidak tanpa kerja keras, strategi, dan taktik yang telah dipersiapkan.


Kembali ke abad 21, sang 'Harry Houdini' dari Argentina sedang bekerja keras mempersiapkan tim yang solid demi sebuah pertunjukan. Pertunjukan besar yang telah ditunggu-tunggu oleh berjuta pasang mata Indonesia. Sang 'Harry Houdini' tengah mempersiapkan 'trik-trik sulap'-nya demi memuaskan 'nafsu' prestasi yang telah lama dirindukan oleh para pecinta sepakbola Indonesia. Berbagai strategi dan taktik telah bernanung dikepala sang 'pesulap' dan siap dikeluarkan , ditambah kerja keras dan kemauan bersama yang harus bersinergi dengan eleman lain, yaitu pemain.


Sang 'Harry Houdini' ini tahu betul, skill dan taktik saja tak cukup untuk membuat sebuah pertunjukan yang spektakuler yang dapat mengundang decak kagum dari para penonton setia. 'Harry Houdini' dari Argentina ini mengandalkan kerja keras 'ala orang Eropa dan Amerika Latin untuk membuat sebuah pertunjukan yang spektakuler, dan itu sah-sah saja menurut saya. Mengingat si 'Harry Houdini' dari Argentina ini merupakan mantan pemain Boca Juniors, salah satu tim sukses didunia. Tapi sialnya, si 'Harry Houdini' kita ini malah dikabarkan akan dibebastugaskan. Kok bisa?


Yap, si 'Harry Houdini' yang saya maksud disini adalah Luis Manuel Blanco, pelatih timnas senior Indonesia. Dari berbagai sumber berita nasional yang saya baca, dikabarkan bahwa Blanco akan dicopot posisinya karena mencoret nama-nama pemain yang enggan berlatih 'hanya' karena kelelahan. Namun kemudian BTN menyatakan tetap mempercayakan Blanco diposisi juru racik timnas.


Mari kita perjelas, keputusan Blanco mencoret 14 pemain ini mungkin salah karena tanpa melihat potensi pemain yang dicoret, sebut saja Boaz Solossa, Ahmad Bustomi. Tapi mau sampai kapan? Mau sampai kapan timnas kita diisi pemain yang cepat lelah, padahal hanya baru sebatas berlatih.


Perlu diketahui, timnas yang solid  bukan semata-mata karena para pemain ber-skill dewa, tapi juga dibarengi dengan disiplin dan bekerja keras. Lihat Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, Xavi Hernandez, apa mereka cuma mengandalkan skill 'dewa' yang mereka miliki? Tidak, mereka adalah pemain ber-skill, disiplin dan pekerja keras, maka hasil yang didapat pun berkali-kali lipat.


Lihat Sergio van Dijk, Victor Igbonefo, Diego Michiels, Stefano Lilipaly, Tonnie Cusell, Raphael Maitimo dan Irfan Bachdim, mereka semua adalah pemain yang dibesarkan di negara penganut sepakbola moderen. Mereka disiplin, pekerja keras dan ber-skill. Mereka sadar akan hal itu dan budaya itu tetap mereka bawa ke Indonesia.


Tapi bukan berarti kita tak memiliki pemain ber-skill dan pekerja keras, ada, kita punya pemain seperti itu. Sebutlah Andik Vermansyah, Kurnia Meiga, Firman Utina, Egi Melgiansyah, Hasyim Kipuw, Taufiq, Toni Sucipto, dll.



Pemain timnas saat latihan di GBK (foto: viva.co.id)
Jadi, marilah berpikir realistis, Blanco bukan pesulap yang bisa merubah timnas Indonesia menjadi sekuat timnas Argentina atau Spanyol dengan seketika, pun demikian dengan para pemain. Mereka bukan Harry Potter dengan mantra-mantra yang ampuh, namun setidaknya mereka masih bisa meniru kerja keras dan kedisiplinan dari Harry Houdini, sang legenda sulap dunia yang bekerja keras dan disiplin demi sebuah pertunjukan spektakuler nan mengagumkan.

Jadi, berjuanglah timnas!! 

In Blanco we trust!


Follow twitter: @canpratama


Menunggu Timnas Sesungguhnya

Luis Manuel Blanco, pelatih Timnas senior. (gambar: Antara)

Luis Manuel Blanco resmi ditunjuk menjadi suksesor Nil Maizar sebagai pelatih kepala Timnas senior beberapa waktu lalu. Lolos ke putaran final Piala Asia 2015 di Australia dan juara Piala AFF 2014 menjadi target utama pelatih asal Argentina ini, namun bagaimana peluang Blanco meraih sukses di Indonesia?

Kekalahan tipis 1-0 saat bertandang ke stadion Al Rashid Dubai membuat Indonesia berada di posisi juru kunci Grup C kualifikasi Piala Asia 2015 dengan poin nol, sedangkan Arab Saudi berada di puncak kelasemen disusul Irak di posisi kedua dan China di posisi ketiga. Laga Indonesia vs Arab Saudi 23 Maret mendatang dipastikan akan berjalan dengan menarik, hal ini tidak lepas dari kembalinya pemain-pemain dari ISL yang selama ini mendapat larangan dari klub-klub tempat mereka bermain.

Meredanya konflik antara PSSI-KPSI membawa angin segar bagi persepakbolaan Indonesia, khususnya bagi Timnas. Bagaimana tidak, Timnas yang selama ini disebut berisi pemain-pemain kurang berpengalaman telah menjadi bulan-bulanan tim lawan, kalah 10-0 dari Bahrain, 5-0 dari Yordania dan puncaknya kalah 2-0 dari Malaysia di Piala AFF 2012 menjadi bukti sahih.

Maka tak heran kembalinya pemain-pemain langganan Timnas semacam Ahmad Bustomi, Boaz Solossa, Firman Utina, ditambah sudah bebasnya Diego Michiels dan kemungkinan bermainnya duo debutan naturalisasi, Sergio van Dijk dan Stefano Lilipaly menjadi daya tarik tersendiri. Diharapkan pemain-pemain terbaik yang dimiliki Indonesia dapat bermain saat Timnas bersua Arab Saudi, setelah adanya titik terang rekonsiliasi yang selama ini selalu deadlock

Diposisi pelatih kepala sendiri dipercayakan kepada Luis Manuel Blanco untuk melatih Timnas dalam jangka waktu dua tahun kedepan. Blanco diharapkan dapat menaikkan prestasi Timnas yang saat ini sedang jeblok. "Pemain harus menjelma menjadi seekor singa yang kelaparan, lapar akan kemenangan," kata Blanco. Blanco juga menjanjikan bahwa Timnas akan bermain seperti tim-tim Eropa.

Selain memberikan pelatihan layaknya tim-tim Eropa dan Amerika Latin, Blanco juga akan memberikan pelatihan disiplin kepada pemain-pemainnya, "Saya akan membuat sebuah sistem dengan tingkat disiplin tinggi, karena segala cerminan disiplin yang dilakukan seorang pemain di luar lapangan pada akhirnya akan dibawa ke dalam pertandingan," lanjut Blanco.

Blanco yang ditunjuk oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin untuk menangani Timnas menggantikan Nil Maizar sejak 7 Februari tersebut akan membawahi beberapa pemain yang dipanggil BTN, diantaranya Kurnia Meiga, M. Robby, Diego Michiels, Irfan Bachdim, Andik Vermansyah, Tantan, dan lain-lain.

Dengan nama-nama pemain diatas, saya yakin Timnas dibawah Blanco bisa berbicara dikancah sepakbola Asia apalagi ASEAN, setidaknya masuk Final AFF atau lolos dari grup Piala Asia masih dimungkinkan. Mengingat nama-nama diatas adalah putra-putra terbaik negeri seperti Boaz, Ahmad Bustomi, Stefano Lilipaly, Diego Michiels, Raphael Maitimo, dan sebagainya.

Demikian pula dengan strategi yang akan diterapkan oleh Blanco, dengan latar belakangnya sebagai pelatih dan mantan pemain dari Argentina diyakini permainan para penggawa Timnas tak beda jauh dengan Boca Junior atau Messi cs. yang memperagakan sepakbola Joga Bonito 'ala tim-tim Amerika Latin.

Menarik untuk ditunggu bagaimana permainan Timnas sekembalinya pemain-pemain dari ISL, pun demikian dengan strategi coach Blanco yang diharapkan akan memberi perubahan di tubuh Timnas.

In Blanco we trust!

Follow twitter: @canpratama


Koin Untuk Persipon, Haruskah?


Persipon Pontianak untuk musim ini (2013) promosi dari Divisi Satu ke Divisi Utama. Dengan ini berarti mimpi terbesar persepakbolaan Kalimantan Barat mencapai tahap baru, setelah sebelumnya hanya berkutat di level amatir selama kurang lebih lima tahun.

Persipon Pontianak hadir menjadi tim asal Kalimantan Barat pertama di Divisi Utama, ya, tim-tim Kalimantan Barat memang 'telat panas' untuk hal yang satu ini dibandingkan tim-tim asal Kalimantan lain, sebut saja Persisam asal Kalimantan Timur. Dengan naiknya kasta Persipon di persepakbolaan nasional berarti memberi harapan baru bagi penikmat sepakbola Kalimantan Barat.

Dengan begini akan datang tim-tim lain yang telah lebih dulu menikmati Divisi Utama untuk bermain di Stadion Sultan Syarif Abdulrahman, jelas ini akan menumbuhkan animo masyarakat Kalbar untuk menyaksikan Persipon bermain melawan tim-tim sarat pengalaman. Stadion Keboen Sajoek yang awalnya dipakai sebagai homebase Persipon di Divisi Dua dan Satu kini akan berpindah ke stadion dengan kapasitas lebih besar, Stadion Sultan Syarif Abulrahman. Ini untuk mengantisipasi membludaknya penonton, yang awalnya hanya sekitar ratusan sampai ribuan sekarang akan bertambah banyak.

The Mainstream Problem
Berita baik akan selalu dibarengi berita buruk, dengan hadirnya Persipon Pontianak di Divisi Utama bukan berarti tanpa masalah. Memiliki masalah yang sama dengan tim-tim Indonesia lainnya, Persipon Pontianak kini "diharamkan" untuk menggunakan dana APBD. Tak seperti di Divisi Dua dan Divisi Satu yang masih dibantu APBD, kini Persipon harus bertransformasi menjadi tim Profesional, dan tentunya tanpa suapan dana APBD.



Permasalahannya, untuk menjadi tim Profesional tak semudah itu. Banyak syarat yang harus dipenuhi, selain stadion yang memadai dan gaji pemain, tim profesional harus memiliki badan hukum dan membentuk Perseroan Terbatas (PT.). Selain itu, finansial masih menjadi masalah yang mainstream bagi tim-tim di Indonesia. Ya, Persipon Pontianak saat ini bisa dibilang masih membutuhkan finansial besar untuk bertualang di Divisi Utama LPIS. Well, Persipon Pontianak memang berencana akan bermain di Divisi Utama yang diadakan oleh PT. LPIS, bukan PT. Liga dibawah naungan KPSI. Terlepas dari itu semua, saya kira itu adalah keputusan manajemen untuk bermain di bawah PT. LPIS atau dibawah PT. Liga. Sebagai masyarakat pecinta sepakbola Kalbar dengan tegas saya nyatakan mendukung 100% apapun keputusan manajemen Persipon.

Kembali ke masalah finansial, bisa dibilang Persipon saat ini sedang dalam masa sulit. Kini Persipon tak lagi dapat menggunakan APBD, suntikan dana pun terancam tanpa pemasukan. Walaupun Walikota Pontianak, Sutarmidji berjanji mencarikan dana dengan cara merangkul pengusaha di kota Pontianak, namun menurut saya perjuangan Persipon Pontianak dan warga Pontianak tak dapat berhenti begitu saja.

Warga Pontianak harus bergerak, benar-benar bergerak, untuk menjaga asa Persipon tetap bermain di Divisi Utama. Tentu saya dan juga warga Kalbar lainnya tak dapat hanya berpangku tangan mengharapkan perjuangan pak Midji--panggilan akrab Sutarmidji-- seorang untuk mencarikan sponsor.

Inyong Lolombulan, pelatih yang sukses membawa 
Persipon Pontianak promosi ke Divisi Utama. (google.co.id)
Oh Dana, Darimana Datangmu?
"Untuk mengarungi musim perdana di Divisi Utama, berkisar Rp 4 miliar - Rp 5 miliar per musim kompetisi. Angka itu sudah merangkum operasional pemain, seperti gaji, transportasi, kontrak pemain lokal maupun asing, dan segala kebutuhan lainnya," demikianlah petikan pernyataan pak Paryadi selaku Ketua Umum Persipon yang saya kutip dari Tribun, Rabu (12/12/2012).

Rp. 4 - 5 miliar bukanlah dana yang sedikit, Persipon harus memiliki bekingan finansial yang cukup kuat untuk itu, salah satu caranya dengan menarik sponsor ke tubuh Persipon. Ide sponsor ini sebenarnya bukan hal baru, lagi pula ada banyak perusahaan yang ada di Kalimantan Barat ini, mulai dari perusahaan kelapa sawit, perusahaan karet, bank-bank, dan lain sebagainya. Masa' satupun tak ada yang berniat membantu?

Saya berpikir positif saja, mungkin mereka belum peka akan hal itu. Mungkin mereka tak tahu bahwa bekerja sama dengan klub sepakbola itu dapat saling menguntungkan, seperti klub-klub di Eropa sana.

Jadi begini, sedikit saya jelaskan bagi yang belum paham. Keuntungan dapat diraih oleh keduabelah pihak. Misalnya, sponsor memberikan dana untuk Persipon dalam jangka waktu tertentu sesuai perjanjian, dan Persipon mempersilahkan nama atau merek produk si penyokong dana itu tertera di jersey Persipon sesuai perjanjian. Selain itu papan iklan di stadionpun bisa dijadikan media pengiklanan yang ampuh menarik konsumen. Keuntungannya kurang lebih seperti beriklan di media elektronik atau media cetak.

Koin?
Penggalangan dana dengan koin sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia jika suatu badan ataupun kelompok sedang membutuhkan bantuan finansial. Cara ini dinilai cukup ampuh karena selain melibatkan masyarakat, hal ini juga dapat "menyentil" orang-orang berpengaruh untuk turun tangan. Tapi, haruskah ini dilakukan untuk Persipon?

Mengingat masih banyaknnya perusahaan yang "menggarap" lahan Pontianak dan Kalbar pada umumnya, jadi sedikit aneh menurut saya jika kita masih menggunakan hal semacam ini. Lain cerita kalau di Pontianak atau di Kalbar sudah tak ada lagi perusahaan yang memanfaatkan "nikmatnya" Kalbar. Atau.. Mereka lupa bahwa mereka berniaga di tanah Kalbar, tapi tak berkontibusi apapun untuk Kalbar? Wallahu 'alam.
Bank Kalbar. (wikipedia)

Kalaupun, KALAUPUN tak ada lagi yang berniat membantu Persipon Pontianak, saya rasa jalan terakhir adalah menggandeng Bank Kalbar selaku BPD di Kalbar untuk menjadi sponsor utama Persipon. Saya kira ini jalan terakhir, kalaupun jalan ini sulit dicapai mungkin kita bisa mulai dengan koin?

===================================================================

Bangga
Sebagai orang Pontianak saya tentu bangga atas apa yang telah dicapai Persipon walaupun ada sedikit kekhawatiran atas yang akan terjadi, penantian enam musim sejak 2007 untuk berlaga di Divisi Utama terancam batal hanya karena masalah finansial, yang apes-nya lagi terjadi disaat pembangunan sedang berkembang di Kalbar.

Dengan masuknya Persipon Pontianak ke Divisi Utama, terlepas itu dibawah naungan PT. LPIS atau PT. Liga, merupakan suatu kebanggan bagi masyarakat Kalbar. Terlebih hal itu diraih dengan mayoritas bermaterikan pemain asli Kalbar itu sendiri. Jadi saya rasa Persipon butuh sedikit bantuan disini, karena bukan hanya membawa nama Pontianak, tetapi membawa nama Kalimantan Barat.

Maka dari itulah tulisan ini saya buat, mungkin sedikit banyak dapat membantu. Karena melalui hobi menulis inilah media saya dalam mendukung Persipon (selain menonton pertandingan di stadion).

Terimakasih.

Follow twitter: @canpratama

Garuda Kembali Berduka

Supporter setia Timnas Indonesia saat di Bukit Jalil. (goal.com)
Wajah persepakbolaan Indonesia bertambah buruk, setidaknya bagi saya dan sebagian pecinta sepakbola nasional. Betapa tidak, dualisme yang terjadi saja sudah cukup membuat malu, terlebih lagi prestasi yang tak kunjung datang. Sekarang kita benar-benar mempermalukan diri sendiri setelah kepergian Diego Mendieta yang meninggalkan berjuta kisah pilu Liga Indonesia.

Indonesia bukan lagi Macan Asia, kurang lebih begitulah yang terlihat. Sempat jadi Macan Asia dan menjadi wakil Asia pertama di Piala Dunia 1938 di Perancis, Indonesia kini bak Macan tambun yang tak dapat berbuat banyak. Jangan marah bila saya umpamakan seperti itu, anda lihat sendiri bukti nyatanya. Jangan sok suci, saya juga pecinta sepakbola Indonesia, tapi apa yang terjadi jangan ditutup-tutupi. Beginilah sepakbola kita, baik buruknya semua kita ungkap, supaya jadi pelajaran untuk kedepan.

Timnas kita sedang dilanda kisruh tak berkesudahan dan entah sampai kapan baru selesai. Dualisme ibarat penyakit kanker yang telah menaun di tubuh persekabolaan kita. Ditambah komplikasi penyakit-penyakit lain seperti penunggakan gaji pemain serta prestasi yang tak kunjung datang menambah daftar penjang penyakit sepakbola kita yang lama kelamaan akan semakin menjalar ke hal yang tak diinginkan, di ban oleh FIFA.

Andik dan Rasyid melakukan selebrasi. (goal.com)
Jika itu terjadi maka persepakbolaan kita akan 'Mati Suri', untuk berapa lama saya juga tak tahu pasti. Tapi jika berkaca dari ban yang pernah diberikan kepada Brunei Darussalam dan Nigeria yang dibekukan selama dua tahun, maka kemungkinan PSSI juga akan di ban kurang lebih selama itu. Namun permasalahannya berbeda, Brunei dan Nigeria dibekukan karena campur tangan pemerintah ditubuh organisasi sepakbola mereka, tak seperti dualisme yang terjadi di sepakbola kita.

Entahlah, semua kembali ke tangan bapak-bapak di Joint Committee yang diberi mandat mengharmonisasikan PSSI dan KPSI. Jadi atau tidaknya PSSI di ban oleh FIFA yang pasti jika itu terjadi akan melumpuhkan semua aspek sepakbola nasional, dari liga, kurangnya minat pemain asing, sampai Timnas kita yang tak dapat berpartisipasi di AFF Cup, kualifikasi Piala Asia, dan pertandingan internasional lainnya termasuk laga persahabatan.

Jelas ini akan merugikan keduabelah pihak, baik PSSI dan KPSI. Jadi apa untungnya dualisme? Entahlah, lagi-lagi saya tak bisa jawab. Hanya bapak-bapak disana yang bisa.


Prestasi Menjauh
Indonesia untuk kedua kalinya gagal lolos fase grup AFF Cup 2012, kali ini lebih 'spesial' karena bermain di Bukit Jalil dan harus kalah dari empunya rumah, sekaligus musuh bebuyutan, Malaysia.

Kembali, kita dihadapkan pada kegalauan karena lagi-lagi Timnas harus kalah dari Malaysia. Padahal dipertandingan sebelumnya Timnas berhasil mematahkan kutukan 16 tahun, menang atas Singapura. Walaupun dipertandingan pertama fase grup kita kembali mematahkan sejarah, bermain imbang dengan tim satu level dibawah kita, yang sering kita jadikan lumbung gol, Laos.

Tapi jangan sampai dukungan untuk Timnas berkurang, karena mereka tak membawa nama Djohar Arifin atau La Nyalla, tetapi Indonesia dengan lambang Garuda di dada!

Andik dan Raphael Maitimo saat latihan Timnas. (jpnn)
Terlepas dari itu semua, tak elok kiranya kita masih menyalahkan pemain dan pelatih. Karena kesalahan terbesar bobroknya kualitas sepakbola maupun Timnas adalah milik PSSI dan KPSI. Maaf buat pendukung PSSI dan KPSI, tapi itulah yang saya lihat.

Mungkin sebagian mengatakan bahwa PSSI yang benar dan sebagian lagi KPSI yang benar, tentu kita dapat berdebat tentang ini sepanjang malam tapi bukan itu yang kita cari. Penyelesaian dan persatuanlah yang terpenting demi kemajuan sepakbola kita.

Berkali-kali saya bilang di postingan-postingan sebelumnya, bahwa dualisme tak menghasilkan apapun bahkan merosotnya prestasi. Apa sih susahnya musyawarah dan gotong royong? Joint Committee dibuat untuk itu, jika tak dimanfaatkan maka kerugian bagi kita semua.

KPSI menginginkan Alfred Riedl jadi pelatih kepala, PSSI ingin Nil Maizar. PSSI ingin 24 klub, KPSI ingin 18. Mengapa masih diperdebatkan? Lalu, apa fungsi Joint Committee, pak?


Duka Diego Mendieta, duka kita semua
Satu lagi pemain jadi korban dualisme sepakbola kita, kali ini bukan pemain Timnas yang jadi korban, melainkan Diego Mendieta. Mantan pemain Persis Solo berpaspor Paraguay itu meninggal lantaran penyakit yang dideritanya, pasalnya bukan itu masalah utamanya. Pemain bernomor punggun 33 di Persis Solo itu tak dapat berobat lantaran gaji yang belum dibayarkan oleh klub, miris sekali.

Diego Mendieta. (super soccer)
Jujur, saya sedih mendengarnya. Walaupun bukan pendukung Persis Solo tapi saya turut bersedih, sangat sangat bersedih. Bukan karena kasus ini menambah buruk citra sepakbola kita, tapi karena seorang pemain sepakbola luar negeri yang mencari nafkah di Indonesia meninggal karena masalah penunggakan gaji.

Miris. Apa lagi setelah mendengar bahwa mendiang Diego Mendieta memiliki seorang istri dan tiga orang anak. Apa yang akan kita katakan kepada mereka? Sang tulang punggung keluarga telah tiada, meninggal di negeri orang karena tak dapat berobat sebab gaji belum dibayar.

Saya malu, sebagai warga negara Indonesia harus saya katakan demikian. Andai saja... Ah, sudahlah. Diego Mendieta telah tiada, tak patut lagi kita berandai-andai menyelamatkan beliau. Semua telah berlalu, kawan.

Jangan sampai ada pemain-pemain lain yang gajinya baru dilunasi setelah berjuang dengan penyakit lalu meninggal. Cukuplah, cukup Diego saja. Jangan ditambah pemain lain.

Bayar saja gajinya yang ditunggak selama berbulan-bulan itu, ditambah uang pesangon dan jika klub merasa bersalah berilah tambahan untuk keluarga di Paraguay sana. Mereka tak lagi punya tulang punggung, bagaimana jika itu terjadi kepada kita? Seharusnya pihak terkait lebih peka.

Semoga saja, saya harap demikian. Dan jangan lupa permohonan maaf kepada keluarga, federasi maupun negara Paraguay, karena kita tak dapat menjaga warga negaranya dengan baik.

Diego Mendieta, lahir Paraguay, 13 Juni 1980. Meninggal Solo, Indonesia 3 Desember 2012.
Selamat jalan, Diego.

Diego Mendieta melakukan selebrasi usai mencetak gol
saat berkostum Persis Solo. (super soccer)



Follow twitter: @canpratama

Garuda, Kami Bersamamu!

Pemain Timnas terlihat kecewa hanya bermain imbang kontra Laos. (Viva.co.id)

Menang ataupun kalah, gagal lolos fase grup atau jadi runner-up tak jadi masalah, setidaknya bagi saya. Lakukanlah, Garuda. Lakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Apapun hasilnya, kami selalu ada untuk mendukungmu!

Hasil kurang mengembirakan didapat Timnas kala berjumpa Laos pada matchday 1 Grup B AFF Cup 2012, Indonesia hanya bermain imbang 2-2 dari Laos. Bahkan Timnas sempat tertinggal dua kali dari Laos, pertama saat kiper Endra Pras di kartu merah setelah dianggap melakukan pelanggaran atas Vilayout Sayyabounsou di kotak terlarang dan penalti diberikan untuk Laos, Khampheng Sayavutthi berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Indonesia 0, Laos 1.

Beruntung Indonesia memiliki Raphael Maitimo, pemain kelahiran Rotterdam, Belanda ini berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-43 melalui heading sempurna tepat ke jala gawang Laos. Indonesia 1, Laos 1. Indonesia kembali dikejutkan oleh Laos, pada menit ke-79 Laos berhasil unggul kembali melalui Keoviengphet Liththideth, pemain Ezra FC itu berhasil mengecoh lini belakang Indonesia. Indonesia tertinggal 1-2 sampai di menit 89, pemain pengganti Vendry Mofu berhasil menyelamatkan muka Indonesia setelah bola rebound hasil tendangan Andik berhasil dimasukkan kedalam gawang Laos. Sampai peluit panjang dibunyikan skor imbang 2-2, Indonesia harus puas berbagi angka dengan Laos, tim yang mereka kalahkan 6-0 dua tahun lalu itu.

Raphael Maitimo melakukan selebrasi
 usai membobol gawang Laos. (Google.co.id)


Dukung aja kok repot?
Huh, hasil buruk ya? Kecewa? Ya, begitu pula saya. Sama seperti anda yang menginginkan Timnas kita bermain apik dan memetik kemenangan. Walau hasil di matchday 1 kurang memuaskan bukan berarti kita harus berhenti mendukung Timnas di pertandingan selanjutnya. Justru dukungan dan doa kita dibutuhkan oleh mereka yang berjuang atas nama bangsa dan negara. Bukan main-main, mereka membawa lambang Garuda di dada. Lambang yang berisi ideologi bangsa kita, Pancasila. Bukankah seharusnya kita mendukung mereka?


Perjuangan Timnas di ajang AFF kali ini memang tak mudah, dituntut juara dengan materi pemain yang kurang jam terbang, ditambah pemain cedera dan hukuman larangan bermain membuat semua terasa semakin sulit. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, kata orang Indonesia. Saya pribadi tetap optimis, selalu optimis terhadap peluang Timnas. Walaupun tak sedikit yang mencibir Timnas karena permaian yang bisa dibilang buruk karena tak sesuai harapan. Saya pribadi menganggap supporter sejati Timnas seharusnya mendukung Timnas dimanapun dan kapanpun, serta walau di isi pemain dari kompetisi manapun. Setuju?

Saya juga kecewa dengan hasil buruk yang didapat Timnas semenjak era Djohar Arifin, kalah 10-0 dari Bahrain, menang tipis atas Timor Leste, dan yang terbaru bermain imbang 2-2 atas tim yang sering kita jadikan lumbung gol, Laos.

Saya pun mengerti perasaan orang-orang yang menghina dan menghujat Timnas.
Tapi, tak bisakah anda-anda mendukung saja? Bukankah tak sulit mendukung dan mendoakan?

Bukan bermaksud sok tahu atau sok nasionalis, tapi mendukung Timnas adalah sama wajibnya dengan mempertahankan martabat bangsa, menurut saya. Itu keputusan final yang tak dapat diganggu gugat, kehormatan dan martabat bangsa!

Mendukung Timnas PSSI yang resmi diakui oleh FIFA dan AFC bukan berarti mendukung kebijakan-kebijakan kontroversi Djohar Arifin dkk. Tidak, tidak sama sekali! Saya masih berpikir, kok bisa masih ada supporter yang mendukung pihak tertentu? Bukankah PSSI didirikan demi persatuan? Itu cita-cita pendiri PSSI, pak Soeratin.

Saya tidak ingin menempatkan diri saya, apalagi tulisan saya sebagai dukungan kepada pihak-pihak tertentu. Kita tahu masalah dualisme ini membuat sepakbola kita tidak lagi sehat. Dan mau tak mau kita harus kembali pada dasar jati diri bangsa, yaitu Gotong royong dan Musyawarah. Jangan sampai kita lupa siapa diri kita!

PSSI pimpinan Djohar Arifin dan KPSI pimpinan La Nyalla bisa menjadikan sepakbola Indonesia lebih berkembang. Contohnya saja begini, PSSI Djohar ingin membangun liga yang bersih dan tanpa bantuan APBD, ini bagus bila di sokong oleh pihak La Nyalla. Sedangkan KPSI La Nyalla memiliki liga dan pemain berpengalaman. Bila ini terjadi, Indonesia dapat memiliki liga yang terstruktur dan bersih serta pemain yang berkualitas pula di setiap jenjang Timnas maupun klub. Intinya Gotong royong dan Musyawarah, itu!

Greg Nwokolo (kiri) dan Victor Igbonefo (11).
Dua pemain naturalisasi asal Nigeria. (Google.co.id)

Tapi saya tak ingin berandai-andai terlalu jauh. Saya juga tak ingin berandai-andai para pemain-pemain bertalenta macam Boas, Syamsir Alam, Ahmad Bustomi, Tibo bisa bersanding dengan Okto, Andik, Irfan Bachdim, Rasyid. Serta pemain naturalisasi macam Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Diego Michiels, Raphael Maitimo dan Stefano Lilipaly dan pemain-pemain bertalenta lain.

Karena saya dan anda-anda semua dan juga para pemain pasti menginginkan langkah konkret persatuan di tubuh PSSI, bukan cuma wacana dan wacana yang selalu berakhir pada deadlock!

Ya, dualisme sedang terjadi. Ya, Timnas kita ada dua, satu bentukan PSSI dan satunya bentukan KPSI. Ya, pemain kita tak sepenuhnya berpengalaman. So what? Dukung aja kok repot?




Follow twitter: @canpratama

Badai di Tubuh Garuda

Hasil minor yang didapat Timnas saat perjumpa Laos di pertandingan perdana Grup B AFF Suzuki Cup mematahkan semua prediksi yang beredar sebelum pertandingan dimulai. Sebelumnya Indonesia diprediksi akan dengan mudah menumbangkan Laos dengan skor besar, nyatanya tak semudah itu.


Andik Vermansyah melewati pemain belakang Laos. (Goal.com)

Pertandingan perdana Timnas tak semulus yang diperkirakan banyak orang. Bagaimana tidak, sebelumnya Indonesia selalu menang atas Laos dengan skor telak. Bahkan prediksi Rio Ferdinand pun terpatahkan, di akun twitter pribadinya @rioferdy5 pemain belakang andalan Manchester United itu memprediksi Indonesia menang mudah atas Laos dengan skor 5-0. Tapi apa daya, Rio bukanlah Paul si Octopus yang tenar setelah beberapa prediksinya di Piala Dunia 2010 lalu berhasil terbukti.

Prediksi Rio Ferdinand yang tak terbukti. (Koleksi Pribadi)

Di AFF Cup edisi 2012 ini Laos berhasil menahan imbang Indonesia, sang juara tanpa mahkota. Ini memperlihatkan bahwa kekuatan seluruh tim di ASEAN mulai merata. Mulai dari Filipina yang menjelma menjadi salah satu kekuatan sepakbola ASEAN, lalu ada Timor Leste yang mulai membangun sepakbola-nya dengan pemain naturalisasi dari Brazil dan Portugal, lalu ada Brunei yang menjuarai Hassanal Bolkiah Trophy di awal tahun ini mengalahkan Indonesia dipartai puncak. Tren ini jelas menunjukkan ketiga tim lemah diatas mulai membangun kekuatan sepakbola mereka, sebagian dengan pemain keturunan, kecuali Brunei yang menggunakan talenta lokal.

Kini muncul pula Laos yang berhasil menahan imbang Indonesia 2-2 di partai pembuka Grup B, walaupun tak bisa kita kesampingkan bahwa Indonesia kini turun tidak dengan komposisi terbaik mereka karena kisruh sepakbola yang entah kapan berakhir. 

Raphael Maitimo melakukan selebrasi setelah
mencetak gol ke gawang Laos. (Goal.com)

Kini Indonesia harus melupakan hasil 'buruk' di laga pembuka, seperti kata Bepe bahwa partai pembuka tak pernah mudah. Indonesia harus segera menemukan solusi didalam krisis, ya, karena selanjutnya Indonesia akan melawan tiga kali juara AFF Cup yaitu Singapura tiga hari lagi (28/11) dan Malaysia 1 Desember mendatang. Memang tak mudah disaat kondisi tak kondusif seperti sekarang coach Nil dituntut menampilkan permainan terbaik, tentu Indonesia tak mau kejadian pada 2007 terulang kembali. Saat itu Timnas gagal lolos dari fase grup karena kalah selisih gol dari Singapura dan Vietnam yang sama-sama meraih poin 5, dan Singapura menjadi juara grup. Di laga pertama saat itu Indonesia juga bertemu Laos di partai pembuka, Indonesia menang 3-1.

Badai masalah yang menerpa skuad Garuda benar-benar membuat pekerjaan coach Nil Maizar menjadi lebih sulit, bagaimana tidak, pemain ISL yang dipanggil sempat dilarang klub tempat mereka mencari nafkah untuk bergabung bersama Timnas, walau diakhir2 keberangkatan Timnas ke Malaysia pemain-pemain ISL yang dipanggil sudah diperbolehkan bergabung. Tapi apa daya, skuad telah terbentuk, tak mungkin menyingkirkan pemain yang telah lama berlatih dengan pemain yang bahkan belum klop dengan intruksi pelatih. 

Diego Michiels (Okezone.com)
Kemudian kasus pemukulan yang diduga dilakukan oleh Diego Michiels membuat bek kiri kelahiran Deventer, Belanda itu tak dapat membela Merah Putih di ajang AFF Cup kali ini. Berarti Diego belum pernah sekalipun memperkuat Indonesia di ajang AFF Cup.

Sehari berselang setelah tiba di KL Timnas kembali diterpa badai, Jhonny van Beukering dan Okto Maniani menderita cedera ringan saat latihan. Meski begitu Okto dapat bertanding karena cedera yang dialaminya tak begitu serius. Jhon van Beukering malah tak diturunkan oleh coach Nil pada pertandingan perdana lawan Laos malam tadi (25/11), mungkinkah cedera JVB begitu parah? 

Selanjutnya badai masih belum selesai menerpa Timnas, kali ini tak ada pemain yang ditangkap polisi atau cedera. Kali ini Endra Prasetya, kiper utama Timnas yang menjadi 'tumbal'. Sebetulnya Endra sempat bermain apik sebelum wasit Lam Ng Kai‎ mengusirnya pada menit ke-26, kini Indonesia hanya menyisakan satu kiper, Wahyu Tri Nugroho. Pertanyaannya, masihkah badai masalah menerpa Timnas? Atau badai telah berlalu dan Dewi Fortuna kini menghamipiri? Semoga saja.


Follow twitter: @canpratama

Kampungnya Artis KW

Gambar 1 — Screenshot profil Bill Feruson, si Mr. Bean KW

Kontroversi Mr. Bean palsu yang marak akhir-akhir ini membuat beberapa penonton film 'Mr. Bean Kesurupan Depe' menjadi kecewa karena yang tampil di film tersebut bukanlah Mr. Bean asli (Rowan Atkinson), melainkan Mr. Bean KW alias palsu!

Ayo, Bersahabat Dengan Badak Jawa!

Badak Jawa atau biasa disebut Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus) adalah salah satu spesies badak yang sangat langka dan termasuk dalam kategori Critically Endangered atau kategori terancam punah. Badak Jawa kini hanya ada di daerah Jawa, dan kini populasinya tak lebih dari 50 ekor saja di Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di provinsi Banten (dulu termasuk provinsi Jawa Barat).

Populasi Badak Jawa atau Badak Bercula Satu ini mulai berkurang sejak maraknya perburuan untuk diambil culanya, yang sangat berharga pada pengobatan tradisional Tiongkok, dengan harga sebesar $30.000 per kilogram di pasar gelap. Berkurangnya populasi badak ini juga disebabkan karena kehilangan habitat aslinya, yang mulai tergusur oleh adanya pembangunan diwilayah populasi yang tidak dibarengi dengan kesadaran akan populasi Badak Bercula Satu yang hampir punah tersebut.


Gambar 1 — Foto Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). (sumber: WWF Indonesia)

Maka, disinilah peran kita sebagai orang-orang yang peduli untuk men-Dukung Pelestarian Badak Jawa. Jika tidak, maka diperkirakan dalam 50 tahun kedepan anak cucu kita kelak hanya bisa melihat Badak Jawa dari foto dan rekaman video saja. Miris sekali bukan?

Berikut beberapa informasi yang saya dapat dari situs WWF Indonesia tentang Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus):

Populasi dan Distribusi Badak Jawa
Badak Jawa pernah hidup di hampir semua gunung-gunung di Jawa Barat, diantaranya berada hingga diatas ketinggian 3000 meter diatas permukaan laut. Pada tahun 1960-an, diperkirakan sekitar 20 sd 30 ekor badak saja tersisa di TN Ujung Kulon. Populasinya meningkat hingga dua kali lipat pada tahun 1967 hingga 1978 setelah upaya perlindungan dilakukan dengan ketat, sebagian dilakukan dengan dukungan dari WWF-Indonesia. Sejak akhir tahun 1970-an, jumlah populasi Badak Jawa tampaknya stabil. WWF-Indonesia memperkirakan populasi Badak Jawa di Ujung Kulon berada dalam kisaran 29 - 47 individu dengan nilai rata-rata 32 ekor (data tahun 2009-2010) yang kemudian dilanjutkan oleh Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) di tahun 2011 dengan, informasi perkiraan populasi Badak Jawa pada bulan Feb-Nov 2011, jumlah populasi perkiraan 35 individu, hasil dari kamera jebak yang telah teridentifikasi terdiri dari 22 individu Jantan, 13 Individu Betina dan 4 individu anak Badak terdiri dari 3 Jantan dan 1 Betina.


Gambar 2 — Peta persebaran Badak Jawa. (sumber: Wikipedia)

Ciri-ciri Fisik Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
●Umumnya memiliki warna tubuh abu-abu kehitam-hitaman.
●Hanya memiliki satu cula, dengan panjang sekitar 25 cm namun ada kemungkinan tidak tumbuh atau sangat kecil sekali pada betina.
●Berat badan seekor Badak Jawa dapat mencapai 900 - 2300 kg dengan panjang tubuh sekitar 2 - 4 m.
●Tingginya bisa mencapai hampir 1,7 m.
●Kulitnya memiliki semacam lipatan sehingga tampak seperti memakai tameng baja.
●Memiliki rupa mirip dengan badak India namun tubuh dan kepalanya lebih kecil dengan jumlah lipatan lebih sedikit.
●Bibir atas lebih menonjol sehingga bisa digunakan untuk meraih makanan dan memasukannya ke dalam mulut.
●Badak termasuk jenis pemalu dan soliter (penyendiri).


Dengan men-Dukung Pelestarian Badak Jawa berarti kita juga mendukung pelestarian fauna asli Indonesia, karena populasinya kini hanya ada di Indonesia, tepatnya di Taman Nasional Ujung Kulon.


Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dulu pernah menjadi badak yang tersebar di Asia, meskipun namanya Badak Jawa tapi dahulu populasinya tidak hanya sebatas di daerah Jawa saja. Di seluruh Asia Tenggara, India dan Tiongkok juga pernah jadi populasi Badak Jawa, tapi kini Badak Jawa hanya ada di Indonesia, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon.

Sangat disayangkan jika populasi hewan langka yang satu ini menjadi musnah, berarti bertambah satu lagi spesies hewan yang telah punah dimuka bumi ini. Semoga hal ini tidak akan pernah terjadi. Ayo, bersahabat dengan Badak Jawa. Mari Dukung Pelestarian Badak Jawa.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.



The Power of Bakrie Bros.


Assalamualaikum, sobat.
Berhubung Bakrie Group sebentar lagi akan merayakan ulang tahun ke-70 perusahaannya jadi kali ini saya akan nulis artikel tentang Bakrie Group, judulnya "The Power of Bakrie Bros." sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih atas apa yang sudah diberikan oleh Bakrie Group kepada bangsa Indonesia selama 70 tahun ini. Kali ini saya juga akan mencoba untuk sedikit berandai-andai kalo saya jadi CEO(Chief Executive Officer)-nya Bakrie Group (karena tema lombanya itu, hehe).

Siapakah Sebenarnya William Shakespeare?

Assalamualaikum.. Postingan kali ini gue akan sedikit mengulas 'sedikit' sejarah Willam Shakespeare yang diketahui, siapa dia dan berbagai macam kontroversi atas identitasnya. Artikel ini hasil gue copas (copy-paste) dari blog salah seorang blogger juga, linknya disini.

Ini cerita begitu menginspirasi dan sudah banyak dipentaskan oleh para seniman dan di apresiasi oleh para kritikus sastra. Romeo & Juliet adalah salah satu karya terbesar Shakespeare. Masih banyak maha karya lainnya. Setidaknya dia menulis 36 naskah, termasuk adikarya semacam Hamlet, Machbet, King Lear, Julius Caesar, Othello, de el el. Tapi tahukah sobat, dibalik ketenaran Shakespeare ternyata tersimpan misteri besar tentang jati diri dia yang sebenarnya. Sampai saat sekarang banyak perdebatan tentang siapakah sebenarnya William Shakespeare ini…. Semuanya masih abu-abu…

Karena penasaran, gue mencoba menggali dari berbagai sumber informasi, menganalisa berbagai kemungkinan dan mempertimbangkan berbagai opsi, buka buku, tanya Mbah Google, sehingga lahirlah beberapa argumen tentang William Shakespeare. Nah… inilah hasil penemuan yang gue dapatkan:

1. William Shakespeare adalah William Shakespeare


Tiga Jenis Orang Bodoh di Dunia

Assalamualaikum, kali ini gue mau remind lagi deh tweet gue yang udah terjadi lama banget, kira2 6 atau 8 bulan yang lalu. 6 apa 8 bulan Chan, yang bener dongg? *gak tau jg deh, udah baca aja!*

Tapi kan... Apa lagi?? Tapi kan klo no pict=HOAX?
#sepekloksikit (" `ะท´)_,/*(x,☉")

Gue nge-tweet ini sebelum Kim Jong-Il wafat, waktu itu gue baca sebuah artikel di sebuah online news lokal, kira2 isinya gini:
"Terdapat tiga jenis orang bodoh di abad ke-21, yaitu mereka yang merokok, mereka yang tidak menghargai musik, dan mereka yang tidak becus menggunakan komputer." - Kim Jong-Il
Nah, akhir2 ini gue liat banyak banget orang2 yang udah gak menghargai Musik. *walaupun gue jg banyak liat orang yang merokok dan gak becus menggunakan komputer* #kemudianhening
Saat gue nasehatin malah gue yang dihina, disini gue kesel, disatu sisi gue berniat baek dan disisi lain gue dikatain Anak Boyband, dikatain Fans D'Bagindas atau something like that lah.
Padahal gue cuma mau buka mata batin supaya mereka sadar kalo bermusik itu bukan sesuatu yang mudah. *egila mata batin cuy* -___-

Coba aja bayangkan seseorang anak jalanan ciptain lagu dan kirim demo ke sebuah label dan kemudian diterima, setelah sukses anak tsb dihina dan dimaki oleh orang yang bahkan gak bisa bermusik! Riskan banget.

Yang gini yang harus diberantas, gimana Indonesia bisa maju kalo di isi sama orang2 yang isi otaknya cuma menghujat? *diberantas sifatnya, bukan orangnya ya*
Diliat dari sisi manapun sifat kaya gini tetep salah, bahkan kalo diliat dari puncak monas sekalipun sifat kaya gini tetep salah. Gue rasa gak ada pembenaran akan hal ini dan agama manapun pasti melarang kita untuk menghujat orang lain.

Gimana bisa maju coba kalo baru ngeluarin single aja udah dihujat, batin men, tekanan batin tuh orang.. Muke gile.. Riskan banget bermusik di Indonesia.

Boyband/Girlband, Dangdut atau Musik Melayu, atau apalah yang dihujat sebenarnya lebih mulia dari pada cuma komentar pedas sedangkan yang komentar gak ngerti apapun tentang musik. So, camkan apa yang ku ucap. *eh (⌣́_⌣̀)



KENAPA AKU DIUJI?

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya mengapa aku diuji seberat ini? Mengapa aku yang diuji, dan bukan mereka yang bahkan tak pernah beribadah? Lalu melupakan segalanya ketika diberi berkah oleh Allah. Taukah anda andai saja anda membaca Al-Quran maka anda akan menemukan jawabannya, jawaban akan pertanyaan anda diatas, jawaban yang menenangkan jiwa. Berikut gue rangkum Pertanyaan dan Jawaban di dalam Al-Quran atas pertanyaan galau anda..

Kalau begitu izinkan gue membuka artikel ini dengan sebuah ayat berikut..

Surah Al-Ankabut ayat 2-3:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang
yang dusta.

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
Surah Al-Baqarah ayat 216:
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

KENAPA KAU BERI AKU UJIAN SEBERAT INI?
Surah Al-Baqarah ayat 286:
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

RASA FRUSTASI?
Surah Al-Imran ayat 139:
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
Surah Al-Imran ayat 200:
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah
supaya kamu beruntung.

Surah Al-Baqarah ayat 45:
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
Surah At-Taubah ayat 111:
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
Surah At-Taubah ayat 129:
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
Surah Yusuf ayat 87:
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir

Surah An-Nisaa' ayat 86:
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.


Subhanallah...

Indahnya kalimat Allah diatas, segala pertanyaan anda terjawab sudah terjawab secara lengkap didalam Al-Quran. Andai saja anda menyisihkan waktu anda demi membaca Al-Quran walau hanya satu ayat perhari, maka Insha-Allah hidup anda akan manjadi lebih indah karena segalanya ada di dalam Kalamullah, Al-Quran'ul Karim.



Insha-Allah kumpulan ayat2 seperti diatas akan gue tambah di lain kesempatan
Wassalam,


How to learn English effectively

It can be difficult to learn English as an adult – unless you have the right teacher or course. Most times, adults who want to learn English want to learn it very quickly. In order to help you do this, read on for some tips on learning English quickly and easily as possible.


Choose the Right Vocabulary
One of the most important things to keep in mind when you’re learning the English language is to focus your attention on understanding a good variety of English vocabulary words. The better your vocabulary, the better you’ll be at using conversational English when speaking. You’ll also sound much more fluent when your vocabulary is strong. You don’t always need to use words that mean exactly what you want to say – understanding what you need to say is much more important.

Proper Grammar
This is very similar to vocabulary. The rules of grammar are not that hard to learn and if you practice certain things, such as the proper tenses of verbs, you’ll be able to express yourself much more clearly. When speaking English, using correct grammar is one of the most important elements in sounding fluent. During a conversation, you need to understand when to use adjectives, nouns, and pronouns. To practice, make a list of each type of word and write out different grammatically-correct phrases, as well as the spellings for common words.

Proper Pronunciation
Once you understand the proper grammar and vocabulary of the English language, there’s still another thing to learn. Pronunciation is vital to communicating effectively. This doesn’t mean that you need to speak as though you’re a native, but using the correct sounds and emphasis is important in communicating what you want to say.
Phonetic charts can be great learning tools because they show you how to move your mouth. The sounds that normally give people the most difficult time are the sounds that are not used in your own native language. It can be very helpful to look at a dictionary for help in pronouncing different words. Stress and intonation are also important when speaking a word – listen to native speakers in conversation and you’ll quickly pick up on the nuances of pronunciation.

Some Advice
I will give you some advice if you’re just beginning to learn the English language, try to find lessons that are interesting and easy for you to get through. You also can find a course to help your English. A beginning English class is most helpful for a lot of students, as you’ll hear other students learning to speak English as well – there’s a lot to learn from listening to how others speak.

There are also some great English programs available online or through mail-order. One of the best available is Rosetta Stone. Many people have used this program to learn English in the first place, and to improve their skills as well.

Another great source of learning can be find in public library. You can find an excellent assortment of books and videos that you can check out to learn English at your own pace. However, it can be difficult to learn if you don’t have someone to carry on a conversation with. If you know someone who’s fluent, ask them to help you practice your conversation skills and see what suggestions they have to help you improve your English. Ask them to help you in your home or your office.


Perbatasan dan Daerah Tertinggal

Pontianak - Assalamualaikum. Wah ternyata blognya udah lama nggak update nih, kali ini saya mau memberi sedikit pandangan/ide saya kepada anda semua dan khususnya para anggota DPD RI yang udah mengadakan lomba "Blog dan Twit: Andai Saya Jadi Anggota DPD RI".

Andai saya jadi anggota DPD RI, hal pertama yang saya perjuangkan adalah pembangunan daerah tertinggal dan pengembangan daerah perbatasan. Mengapa? Jadi begini, saya turut prihatin atas apa yang terjadi di Indonesia khususnya di daerah saya yaitu Kalimantan Barat, disini masih banyak daerah yang tergolong daerah tertinggal, saya beri contoh Sambas, Sanggau, dan mungkin Putussibau yang untuk menuju kesana butuh waktu berjam-jam bahkan tak jarang harus melewati medan yang cukup berat, karena memang Infrastruktur jalan yang kurang mendukung atau bahkan bisa dikatakan sama sekali tidak mendukung.

Dibeberapa tempat bahkan hanya bisa dilewati dengan menggunakan perahu boat karena medan darat yang sangat buruk untuk dilalui. Perahu boat adalah satu-satunya penghubung desa dengan kota dan ini menjadi dilema karena jasa perahu boat yang sangat mahal menjadikan harga bahan pangan dari kota melambung tinggi hanya untuk menutupi ongkos distribusi. Dan sampai saat ini belum terlihat kemajuannya. Maka jangan heran jika desa-desa diperbatasan lebih menggantungkan hidupnya kepada negara tetangga.

Jadi kesimpulannya adalah:
1. Menyediakan akses jalan menuju daerah tertinggal dan daerah perbatasan, agar lebih mudah terhubung ke pusat kota terdekat.
2. Membangun pasar di daerah tertinggal dan perbatasan untuk menampung hasil bumi masyarakat disana, supaya tidak bergantung kepada negara tetangga (yang membeli hasil bumi dengan harga murah).




Sentuhan Emas RD


Coach Rahmad Darmawan
Strategi demi strategi dikeluarin coach RD selama melatih U-23 ini, permainan Garuda Muda jadi lebih berkambang dibanding sebelumnya. Coach RD berhasil menyatukan beberapa karakter pemain menjadi satu kekuatan tim yang solid, saya rasa coach RD sudah sukses melatih timnas U-23 walaupun belum pada turnamen-turnamen besar sekelas AFF.

Sentuhan RD bisa dibilang sentuhan emas, kenapa saya bilang begitu? Jawabannya bisa anda liat sendiri diajang SEA Games ini. Timnas bermain baik bukan semata karena skill individu pemain, tapi juga peran sang manager tim, Rahmad Darmawan. Coach RD lah yang menyatukan kekuatan individu pemain menjadi kekuatan tim, dan ini tidak mudah. Karena kegagalan pernah dialami para pelatih luar maupun dalam negeri, contohnya saja Wim Rijsbergen, Peter White, atau Benny Dolo alias Bendol. Para pelatih ini tidak dapat menyatukan irama permainan para pemain, dan poin plus yang dimiliki coach RD adalah pengetahuannya dalam bidang sepak bola tanah air.

Coach RD adalah salah satu pelatih yang sudah malang-melintang di klub tanah air dan memberikan kesuksesan bagi tim yang dilatihnya, Persipura dan Sriwijaya pernah merasakan sentuhan emas coach RD. Ini membuktikan coach RD adalah pelatih yang tepat untuk timnas, bukan pelatih asing. Okelah bisa kita bilang Alfred Riedl pelatih yang bagus, tapi apakah dia tahu bagaimana menyatukan beberapa karakter pemain Indonesia? Mereka pelatih asing, saya rasa tidak tahu apa-apa tentang tanah air kita. Ayo, Indonesia Bisa!

Kalah, yang penting lolos semi-final
Timnas U-23 kita baru aja kalah 0-1 dari Malaysia tadi malam di GBK (17/11) di laga pamungkas Grup A, namun semangat para pendukung dan harapan gak pupus sampai disitu aja. Ada harapan besar di pundak coach RD dan para pemain Timnas U-23, harapan akan gelar sepak bola. Indonesia bisa saja meraih gelar juara umum SEA Games 2011, tapi terasa tak lengkap bila tanpa emas dari cabang sepak bola.

Sepak bola adalah olahraga favorit di Indonesia selain Badminton, tak heran euforia pendukung begitu besar. Apa lagis setelah Timnas U-23 berhasil menang 3 kali berturut-turut di fase Grup A SEA Games 2011. Di laga ke-4 melawan Malaysia, Indonesia harus menelan kekalahan pertamanya di SEA Games ini, Indonesia menyerah 0-1 atas Harimau Malaya. Namun itu bukanlah malasah besar, kita telah lolos dari Grup A walaupun sebagai runner-up, dan berhak mendapatkan tiket Semi-final dan melawan Vietnam--salah satu tim kuat ASEAN-- yang notabene juara Grup B.

Kalah, namun kami tetap mendukungmu Garuda Muda. Coach RD pasti punya alasan sendiri karena tidak menurunkan skuad terbaiknya malam kemarin, RD punya strategi untuk laga Semi-final. Siapapun lawannya tidaklah penting, yang lolos ke Semi-final adalah yang terbaik dimasing-masing grup. Siapapun lawan Indonesia, baik itu Vietnam atau Myanmar tetaplah yang terkuat di Grup B.

Yang penting stamina pemain inti tetap terjaga, saya rasa ini adalah keputusan terbaik yang diambil coach RD. Mengistirahatkan Patrich Wanggai, Kurnia Meiga, Okto, Diego Michiels, Abdul Rahman, Egi Melgiansyah, maupun Andik Vermansyah adalah tepat. Beberapa dari mereka telah mendapat kartu kuning dilaga sebelumnya, contohnya Patrich Wanggai.


Menurunkan mereka adalah sebuah perjudian, mereka bisa saja
terkena kartu kuning lagi atau mungkin kartu merah yang berarti pemain yang telah dikartu merah oleh wasit sebelumnya akan mendapat akumulasi kartu dan tak dapat bermain di laga penting Semi-final, terlebih mereka adalah pemain inti skuad Garuda Muda, misalnya Patrich Wanggai atau Abdul Rahman. Mereka adalah nyawa tim, permainan mereka sangat baik di pososi masing-masing, sehingga resiko kehilangan mereka dihindari coach RD, sekecil apapun resiko itu.

Redam Emosi
Saya liat permainan timnas jadi lebih berkembang dari sebelumnya walaupun masalah emosi pemain masih jadi kendala di Timnas. Saat pertandingan vs Malaysia barusan, beberapa pemain memang terlihat emosional, terutama Diego yang saya lihat selama ini cukup tempramental terhadap musuh, yaa mungkin karena masih muda jadi emosi mereka masih labil dan sulit dikontrol.

Masalah emosi ternyata harus dibayar mahal dengan dikartu kuningnya Diego, padahal coach RD telah menginstruksikan kepada para pemain agar menjaga emosi, jangan terpancing permainan lawan atau resiko kartu kuning yang di dapat.

Raihlah Emas Dengan Tangan Emas
'Raihlah Emas dengan Parmainan Emas', maksud saya adalah meraih kesuksesan dengan permainan baik dan sportif. Dengan materi pemain yang ada sekarang ditambah dengan tangan emas coach RD, saya kira semua lawan bukanlah masalah. Hanya emosi yang harus di bendung oleh pemain, jangan terpancing provokasi lawan maka Indonesia akan disegani di Asia Tenggara, atau mungkin di Asia dan Insha Allah akan menjadi kekuatan baru di Dunia. Who knows?



Follow twitter: @canpratama


KEEP IN TOUCH

Followers

Tahukah kamu blog ini ada karena peran AdSense atau iklan?

Tolong matikan Adblock kamu khusus di blog ini jika kamu menghargai tulisan Saya.

Terima kasih! ^^

×